Perjalanan Kehidupan Pak Jokowi

Perjalanan Kehidupan Pak Jokowi

Joko Widodo atau yang lebih kompak dipanggil Aba Jokowi. Beliau merupakan presiden Republik Indonesia sejak tahun 2015. Beliau tertinggi kembali menjadi Presiden Nusantara pada pemilihan presiden yang diadakan tahun 2019 itu. Beliau bukanlah seseorang yang terlahir daripada keluarga ningrat. Beliau wujud dan raksasa di metropolitan Solo, Jawa Tengah. Beliau merupakan anak pertama dari empat bersaudara yang mana ketiga adiknya merupakan perempuan.

 

Ras bapak Presiden Jokowi setara halnya dengan keluarga lainnya. Kedua wali beliau pantas bekerja keras untuk dapat menghidupi keluarganya. Rama dari rama Joko Widodo memenuhi tujuan hidup beserta berdagang gawang serta bambu. Sang embuk pun turut hadir membantu untuk mencampur pendapatan sesudah tugas dalam rumah selesai. Pendapatan yang tidak menentu berikut membuat orang tua beliau teguh pindah kontrakan karena gak mampu membayar. Hal ini dilakukan wali beliau semoga beliau sanggup sekolah secara baik.

 

Titisan Jokowi pula pernah dikeluarkan karena penggusuran yang dijalani oleh penguasa negara. https://indonesiainside.id/news/internasional/2019/09/23/pengamat-dunia-bakal-berpikir-jokowi-bukan-presiden-kaliber-internasional beliau pun akhirnya memutuskan untuk menumpang dalam tempat sang paman. Rama yang tadinya menjual tiang beralih profesi menjadi supir angkot. Sehabis sekolah tamat, beliau membangun ibu di pasar. Keluarga beliau terus membanting tulang untuk memperbaiki hidup agar setidaknya tidak menumpang dalam tempat paman.

 

Usaha yang dilakukan ternyata membuahkan dampak. Ayah beliau mampu mengacu bengkel kayu yang kemudian pada tahun 1980, aba presiden menuruti untuk mengambil kuliah sektor teknologi tiang di Universitas Gajah Mada. Beliau sengaja mengambil seksi tersebut supaya dapat menyerahkan bisnis sang ayah.

 

Ketika di bangku kuliah, beliau bertemu dengan ibu Iriana yang kemudian dipersunting sebagai istri sira. Sebelum berprofesi menjadi kepala, beliau jadi kepercayaan untuk menjadi walikota Solo selama masa 2 periode. Kemudian beliau ditunjuk untuk mewakili PDI dalam pencalonan Gubernur Jakarta. hasil pikulan kerasnya mengangkat beliau untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin Republik Indonesia. Pada penunjukan kedua berikut, beliau pula terpilih meleset menjadi kepala negara RI. Memandang perjalanan ribut bapak presiden Jokowi yang tidak mudah menunjukkan kita untuk terus bertenggang jika ingin menggapai urusan.